Semarang, 6 Mei 2026 — Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro melalui program Undip Global Classroom (UGC) dengan PIC Prof. Dr. Heri Sutanto, S.Si., M.Si., F.Med., kembali menyelenggarakan kuliah internasional yang menghadirkan pakar/dosen dari luar negeri. Pada Rabu pagi (06/05/2026), kegiatan ini mengangkat mata kuliah Advanced Radiotherapy dengan fokus pada Brachytherapy, yaitu teknik mutakhir dalam terapi kanker berbasis radiasi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Magister Fisika yang mengambil mata kuliah Advanced Radiotherapy (22 mahasiswa), mahasiswa Fisika S1 dan S2 lainnya, serta beberapa praktisi di bidang Fisika Medis (25 peserta).
Kuliah ini menghadirkan pembicara utama, Ass. Prof. Dr. Nurul Sabihah Binti Zakaria, akademisi sekaligus praktisi radioterapi dari Universiti Sains Malaysia. Kegiatan berlangsung secara hybrid mulai pukul 07.30 hingga 09.10 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Magister Fisika serta tenaga kesehatan yang tertarik mendalami teknologi radioterapi modern.
Dalam pemaparannya, Ass. Prof. Dr. Nurul Sabihah Binti Zakaria menjelaskan bahwa brachytherapy merupakan metode radioterapi internal di mana sumber radiasi ditempatkan langsung di dalam atau dekat jaringan tumor. Teknik ini memungkinkan pemberian dosis radiasi lokal yang tinggi dengan meminimalkan paparan terhadap jaringan sehat di sekitarnya. Hal tersebut menjadikan brachytherapy sebagai pilihan terapi yang efektif, terutama untuk kanker serviks, payudara, prostat, serta beberapa jenis kanker kepala dan leher.
Ass. Prof. Dr. Nurul Sabihah Binti Zakaria juga menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam meningkatkan presisi terapi. “Kemajuan dalam pencitraan dan perencanaan terapi berbasis komputer telah membuat brachytherapy menjadi semakin aman dan efektif,” jelasnya. Selain itu, integrasi teknik ini dengan modalitas radioterapi lainnya, seperti external beam radiotherapy, turut meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker.
Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengajukan pertanyaan terkait indikasi klinis, teknik aplikasi, budaya keselamatan, hingga tantangan implementasi brachytherapy di berbagai fasilitas kesehatan. Diskusi interaktif tersebut menunjukkan besarnya minat mahasiswa terhadap perkembangan teknologi global di bidang fisika medis.
Melalui program Diponegoro Global Classroom University ini, Universitas Diponegoro terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran berbasis internasional yang mampu memperluas wawasan mahasiswa terhadap praktik kesehatan global terkini. Kolaborasi dengan institusi luar negeri seperti Universiti Sains Malaysia diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman lintas negara.
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan tenaga kesehatan yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi radioterapi.
