Karanganom, 14 April 2026 — Ilmu fisika seringkali dianggap sebagai pelajaran yang rumit dan teoritis. Namun, Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip) hadir untuk mengubah persepsi tersebut melalui kegiatan pengabdian masyarakat di SMA IT Ibnu Abbas 2, Karanganom.

Berfokus pada bidang Fisika Medis, tim pengabdian Undip memperkenalkan bagaimana prinsip-prinsip fisika menjadi tulang punggung teknologi kesehatan modern kepada puluhan santri putra. Kegiatan ini bertujuan membuka cakrawala para santri bahwa fisika memiliki peran vital dalam menyelamatkan nyawa manusia melalui diagnosis dan terapi medis.

Antusiasme di Balik Teknologi Kesehatan Suasana di lokasi pelatihan tampak hidup dan penuh energi. Para santri menunjukkan keingintahuan yang besar saat tim ahli yang terdiri dari Much. Azam, S.Si., M.Si., Zaenul Muhlisin, S.Si., M.Si., F.Med., dan Dr. Choirul Anam, S.Si., M.Si., F.Med., mengupas tuntas cara kerja alat-alat canggih seperti CT Scan dan Rontgen.

Materi yang disampaikan tidak hanya seputar teori, tetapi juga aspek praktis yang krusial, seperti:

  • Pemanfaatan radiasi untuk diagnosis dan terapi kanker.

  • Prinsip kerja pencitraan medis (imaging).

  • Protokol keselamatan radiasi bagi pasien dan tenaga medis.

Menjembatani Sains dan Kemanusiaan “Kami ingin para santri melihat bahwa fisika bukan sekadar rumus di papan tulis. Fisika adalah ilmu multidisiplin yang memadukan teknologi dan kesehatan untuk memastikan alat medis bekerja optimal, aman, dan akurat,” ujar salah satu perwakilan tim.

Diskusi berjalan interaktif saat para santri mulai bertanya kritis mengenai proses radioterapi dan keamanan radiasi. Tingginya rasa ingin tahu ini menjadi sinyal positif bahwa minat generasi muda terhadap bidang sains dan teknologi kesehatan terus meningkat.

Melalui program ini, Departemen Fisika FSM Undip berkomitmen untuk terus memperluas literasi sains di sekolah-sekolah, sekaligus mempersiapkan generasi santri yang melek teknologi dan siap berkontribusi bagi masa depan dunia kesehatan.