Semarang – Kelompok Studi Geofisika Universitas Diponegoro, kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertajuk “Geo Short Course 2025: Seismic Operation and Data Processing in Oil and Gas Exploration” pada 27 September 2025 di Gedung Acintya Prasada AP401 FSM UNDIP. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan mahasiswa geofisika dalam memahami proses eksplorasi migas secara komprehensif, khususnya pada tahapan operasi seismik dan pengolahan data seismik yang menjadi pondasi utama dalam interpretasi bawah permukaan.
Menghadirkan praktisi berpengalaman dari PT. Geosciences Indonesia Servis, yaitu Sri Sadono dan Agus Eko Setiawan, kegiatan ini memberikan perspektif langsung dari dunia industri kepada para peserta.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai operasi seismik dalam eksplorasi migas oleh Sri Sadono, yang menjelaskan secara sistematis tahapan akuisisi data seismik, tantangan lapangan, serta pentingnya desain survei dalam menghasilkan data berkualitas. Selanjutnya, sesi dilanjutkan oleh Agus Eko Setiawan yang membahas pengolahan data seismik, mulai dari pengolahan awal hingga tahapan lanjutan untuk meningkatkan kualitas citra bawah permukaan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga wawasan aplikatif terkait bagaimana data seismik diolah dan dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan eksplorasi di industri migas. Hal ini menjadi penting dalam menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di dunia profesional.
Geofisika UNDIP berharap kegiatan Geo Short Course 2025 ini dapat menjadi wadah pengembangan kapasitas mahasiswa yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di sektor energi.
