Jepara (27/10), Tim pengabdian kepada masyarakat KBK Elektronika dan Instrumentasi, Departmen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro mengenalkan penggunaan Arduino pada siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Hasyim Asy’ari Bangsri, Jepara. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari kelas X hingga XII.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Kepala MA, Bapak KH. Zainal Umam, Lc., yang menyampaikan harapannya agar peserta didik termotivasi untuk mengembangkan keilmuannya, agar dapat memberikan manfaat pada masyarakat dan bernilai ibadah. Hal ini, juga disambut oleh Bapak Heri Sugito, S.Si., M.Si., F.Med. yang menambahkan pentingnya terus belajar tanpa terbatas usia.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan Departemen Fisika dan praktik perangkaian alat pemantauan ketinggian air menggunakan Arduino yang dipandu oleh Bapak Dhani Nur Indra Syamputra, S.Si., M.Sc., dibantu oleh tim mahasiswa dari Kelompok Studi Elektronika Instrumentasi (KS Elins). Pada kegiatan tersebut, siswa-siswi MA Hasyim Asy’ari melakukan praktik merangkai alat secara langsung hingga bisa mendeteksi ketinggian air, dan menyalakan tanda bahaya saat ketinggian air melewati batas tertentu. Para peserta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan, dan mengajukan beberapa pertanyaan kritis tentang aplikasi dari alat tersebut untuk pemantauan ketinggian air sebagai sistem deteksi dini banjir.
Prof. Dr. Catur Edi Widodo, M.T., turut menambahkan penjelasan tentang robotika yang dapat dibuat dengan menggunakan Arduino. Pada paparannya, beliau menyampaikan bahwa robot ialah alat otomatis yang dibuat untuk mempermudah hajat hidup mahassiswa, dan tidak terbatas pada robot-robot berbentuk manusia saja, seperti robot Android. Dengan paparan ini, para peserta mendapatkan gambaran lebih luas tentang penerapan Arduino dalam dunia robotika
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para peserta didik MA Hasyim Asy’ari Bangsri, Jepara, dapat termotivasi untuk mempelajari ilmu fisika, elektronika, dan instrumentasi, serta dapat meningkatkan kesiapsiagaan para peserta didik dalam menghadapi bencana banjir dengan membuat alat monitoring ketinggian air sederhana.
