Semarang, 22 April 2026 – Sering kali kita menggunakan sunscreen atau tabir surya sebelum beraktivitas di luar ruangan tanpa menyadari bahwa ada prinsip fisika yang bekerja di baliknya. Menjawab relita tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Fisika Universitas Diponegoro (UNDIP) hadir di SMA Negeri 12 Semarang untuk membedah sains di balik produk perawatan kulit populer ini.  Kegiatan edukasi ini dipimpin oleh Dr. Iis Nurhasanah, Prof. Dr. Agus Subagio, dan V. Gunawan, S.K., Ph.D., bersama perwakilan mahasiswa peminatan Fisika Material.

Mengubah Teori Menjadi Realita

Dalam sesi yang berlangsung secara interaktif, tim memperkenalkan teknologi nanomaterial oksida seng (ZnO) kepada siswa-siswi. Melalui pendekatan materi gelombang elektromagnetik, siswa diajak menyelami bagaimana partikel berukuran nano tersebut bekerja layaknya “perisai” mikroskopis yang mampu memantulkan dan menyerap radiasi ultraviolet (UV) berbahaya.

Antusiasme siswa tampak saat tim mendemonstrasikan bagaimana ukuran partikel memengaruhi efektivitas perlindungan dari sinar matahari. Melalui alat peraga sederhana, konsep fisika yang dianggap abstrak—seperti frekuensi dan panjang gelombang—menjadi lebih nyata dan mudah dipahami. Diskusi mengalir dinamis, membuktikan bahwa topik fisika seperti nanomaterial dapat dikemas dengan cara yang seru dan aplikatif.

Kontribusi untuk Literasi Sains

Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Fisika UNDIP berharap dapat menumbuhkan minat siswa terhadap fisika serta memberikan pemahaman bahwa fisika bukanlah sekadar deretan rumus, melainkan kunci  inovasi di balik produk teknologi yang digunakan sehari-hari. Dengan memahami prinsip fisika di balik sunscreen, siswa tidak hanya belajar tentang teori gelombang elektromagnetik, tetapi juga memperoleh literasi kesehatan berbasis sains yang sangat relevan untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari di iklim tropis Indonesia.

Sinergi antara dunia akademis dan institusi pendidikan menengah ini diharapkan mampu memantik semangat riset bagi para siswa sekaligus memperkuat literasi sains di tengah masyarakat. Kini, bagi siswa SMA N 12 Semarang, sunscreen bukan lagi sekadar produk perawatan kulit biasa, melainkan bukti nyata betapa krusialnya peran fisika dalam perkembangan nanoteknologi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.