{"id":17115,"date":"2026-02-06T15:10:41","date_gmt":"2026-02-06T08:10:41","guid":{"rendered":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/?p=17115"},"modified":"2026-02-06T15:17:11","modified_gmt":"2026-02-06T08:17:11","slug":"sindrom-toga-dan-sarjana-pencari-kerja-catatan-muhammad-nur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/sindrom-toga-dan-sarjana-pencari-kerja-catatan-muhammad-nur\/","title":{"rendered":"SINDROM TOGA DAN SARJANA PENCARI KERJA &#8211; Catatan : Muhammad Nur"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"17115\" class=\"elementor elementor-17115\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-35c7dea e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"35c7dea\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-faf8295 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"faf8295\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Sindrom Toga. Ya sindrom toga. Sindrom toga adalah istilah sosial\u2013psikologis (bukan medis) yang dipakai secara informal di Indonesia untuk menggambarkan perubahan sikap seseorang setelah lulus atau meraih gelar akademik. Sindrom ini ditandai oleh rasa\u00a0 lebih superior, dan enggan belajar dari orang lain dalam bidang yang digelutinya. Sindrom ini biasanya muncul ketika gelar (toga) dijadikan identitas utama. Padahal gelar adalah amanah keilmuan. Mengapa bisa terjadi? Sindrom Toga melahirkan lulusan yang merasa sudah \u201csampai\u201d. Gelar menjadi mahkota, bukan bekal. Bahasa makin akademik, jarak dengan realitas makin lebar. Ilmu diperlakukan sebagai legitimasi sosial, bukan alat kerja. Dari sini lahir sikap selektif berlebihan, sehingga\u00a0 pekerjaan tertentu dianggap \u201ctidak selevel\u201d. Masukan dan kritik dianggap ancaman. Belajar ulang sering\u00a0 dianggap suatu kemunduran. Sindrom toga memberi rasa aman semu. Dunia nyata, dunia di luar kampus bergerak cepat. Dan kadang melaju dengan kasar. Karena pendidikan dipahami sebagai status, bukan proses pembelajaran seumur hidup. Toga berubah dari simbol tanggung jawab menjadi simbol kekuasaan simbolik. Bagaimana mencegah terhindar dari sindrom toga? Seorang sarjana sangat perlu menjaga kerendahan hati intelektual (Intellectual humility). Intelektual muda tersebut\u00a0 juga dianjurkan\u00a0 terlibat dalam praktik nyata dan dialog lintas disiplin. Dalam dialog multidisiplin tersebutlah ilmu menjadi hidup di masyarakat. Ilmu tak lagi dibebankan pada\u00a0 ijazah.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-cc97f5e e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"cc97f5e\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-db3e6c1 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"db3e6c1\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Di sisi lain, lahirlah sarjana pencari kerja\u2014jumlahnya besar, harapannya tinggi, kecemasannya kronis. Mereka telah dijanjikan bahwa pendidikan adalah tiket mobilitas sosial. Namun ketika realitas pasar kerja menyempit, yang tersisa adalah antrean panjang, CV yang berulang ditolak, dan pertanyaan eksistensial: \u201cUntuk apa kuliah bertahun-tahun?\u201d<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-760234b e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"760234b\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-54c8417 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"54c8417\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Menurut laporan Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 4,85 persen atau sebanyak 7,46 juta orang. Pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi ternya mencapai 1,01 juta.\u00a0 Nampaknya kampus-kampus harus mulai bergerak. Para ilmuwannya diajak mencari solusi. Kita diminta menelisik kembali tentang kelahiran ilmu. Ilmu lahir dari kegelisahan manusia, tumbuh dari pertanyaan tentang kehidupan. Ilmu dan turunannya, seharusnyalah kembali untuk memperbaiki kehidupan itu sendiri. Ketika ilmu hanya berhenti pada gelar, publikasi, atau angka sitasi, ia kehilangan rohnya. Kampus dan ilmuwan dipanggil untuk menghidupkan kembali ilmu dengan membawanya turun ke realitas, menyentuh persoalan nyata, dan hadir sebagai solusi. Di saat yang sama, kehidupan sehari-hari\u2014dengan segala masalah dan keterbatasannya\u2014perlu diilmukan agar menjadi ruang belajar bersama. Di titik inilah pendidikan menemukan maknanya: mencerdaskan pikiran, memberdayakan manusia, dan menghidupkan harapan.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-925daec e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"925daec\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a9af592 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"a9af592\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Tetang pengangguran terbuka dan banyak dari kalangan lulusan perguruan tinggi lebih dari satujuta, sebenarnya dapat dijadikan modal untuk menghasilkan pekerjaan-pekerjaan baru. Resep bahwa pendidikan berfungsi mencerdaskan pikiran, memberdayakan manusia, dan menghidupkan harapan perlu ditatap dengan cara pandang optimis. Nampaknya kalangan kampus belum memikirkan hal tersebut secara serius. Saya kira gerakan kewirausahaan bagi lulusan menjadi suatu yang prioritas saat ini. Keputusan-keputusan strategis dari pihak pimpinan perguruan tinggi sangatlah dinantikan.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-b4d0802 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"b4d0802\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-755cb23 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"755cb23\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Ironisnya, para lulusan perguruan tinggi,\u00a0 sebagian terjebak Sindrom Toga justru di fase ini\u2014merasa layak dilayani pasar, bukan sebaliknya. Paradoks juga terjadi semakin tinggi gelar, semakin sempit ruang gerak mental. Toga yang seharusnya membebaskan daya cipta malah mengikat imajinasi. Banyak yang lupa bahwa dunia kerja tidak mencari \u201csi paling pintar\u201d, tetapi si paling relevan. Bukan siapa yang paling hafal teori, melainkan siapa yang mau belajar cepat, beradaptasi, dan bekerja lintas peran.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c1ee260 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"c1ee260\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-0756f98 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"0756f98\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Di sinilah kegagalan ekosistem di negeri kita terlihat. Kampus terlalu lama memuliakan kelulusan, bukan keberlanjutan belajar. Wisuda dirayakan besar-besaran, tetapi transisi ke kehidupan nyata nyaris dibiarkan sendiri. Hah, tak terurus. Akhirnya, sarjana dipaksa memilih, apakah\u00a0 mempertahankan gengsi toga atau menanggalkannya demi bertahan?<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-777da15 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"777da15\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-80a653e elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"80a653e\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Jalan keluarnya bukan menolak pendidikan, melainkan mengembalikan makna gelar. Toga bukan garis akhir, tapi titik berangkat. Sarjana bukan \u201corang yang tahu segalanya\u201d, melainkan orang yang paling siap belajar ulang. Ketika gelar dipahami sebagai amanah untuk berkarya\u2014bukan hak untuk dilayani\u2014maka paradoks ini mulai kita terobos. Kita keluar darinya. Kondisi inilah mungkin letak\u00a0 pendidikan kembali menemukan martabatnya. Pendidikan tinggi bukan mencetak pencari kerja, apalagi penyembah gelar, melainkan pencipta nilai bagi kehidupan nyata. Para lulusan siap beradaptasi, bahkan menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru. Kalau kalian\u00a0 tak bisa lewat dengan terbang datar, lakukan terbang miring. Inilah yang sering saya sampaikan kepada para alumni didikan di laboratorium kami. Semoga.<\/p><p>Semarang, 5 Februari 2026 (MN)<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sindrom Toga. Ya sindrom toga. Sindrom toga adalah istilah sosial\u2013psikologis (bukan medis) yang dipakai secara informal di Indonesia untuk menggambarkan perubahan sikap seseorang setelah lulus atau meraih gelar akademik. Sindrom ini ditandai oleh rasa\u00a0 lebih superior, dan enggan belajar dari orang lain dalam bidang yang digelutinya. Sindrom ini biasanya muncul ketika gelar (toga) dijadikan identitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17117,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[56],"tags":[],"class_list":["post-17115","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17115"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17121,"href":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17115\/revisions\/17121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisika.fsm.undip.ac.id\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}